Kamis, 5 Feb 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Edukasi » Pesona Berbahaya: Uranium dalam Benda Antik dan Koleksi

Pesona Berbahaya: Uranium dalam Benda Antik dan Koleksi

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Ming, 13 Jul 2025
  • visibility 48
  • comment 0 komentar

Meskipun dikenal sebagai bahan bakar reaktor nuklir, uranium juga memiliki sejarah menarik dalam pembuatan berbagai benda antik dan koleksi. Sejak akhir abad ke-19 hingga pertengahan abad ke-20, senyawa uranium digunakan untuk menciptakan warna-warna cerah dan efek unik pada keramik, kaca, dan bahkan jam tangan. Benda-benda ini kini menjadi incaran kolektor, namun keberadaan uranium di dalamnya menimbulkan pertanyaan tentang keamanan dan nilai sejarah.

Warna Memukau dari Uranium

Dalam industri keramik, uranium dioksida menghasilkan glazur berwarna oranye, merah, kuning, dan hijau yang intens. Contoh populernya adalah seri “Fiesta Ware”. Sementara itu, dalam pembuatan kaca, penambahan uranium oksida menghasilkan kaca uranium atau “vaseline glass” yang berwarna hijau kekuningan dan berpendar di bawah sinar UV. Kilau unik inilah yang membuat benda-benda kaca ini begitu menarik.

Tak hanya keramik dan kaca, uranium juga pernah digunakan dalam pigmen untuk lukisan dan bahkan sebagai komponen dalam beberapa jenis enamel dan cat. Meskipun tidak umum, keberadaannya dalam benda-benda ini tetap menjadi catatan sejarah yang menarik.

Nilai Koleksi dan Pertimbangan Keamanan

Benda antik mengandung uranium seringkali memiliki nilai koleksi yang tinggi karena keindahan warnanya, keunikan efek pendarannya, dan tentu saja, sejarah penggunaannya yang tidak biasa. Namun, penting untuk diingat bahwa benda-benda ini memancarkan radiasi tingkat rendah.

Meskipun tingkat radiasinya umumnya dianggap aman untuk penanganan sesekali dan pajangan di tempat terbuka, kolektor perlu berhati-hati. Disarankan untuk tidak menyimpan koleksi uranium dalam jumlah besar di ruang tertutup dalam waktu yang lama. Penggunaan alat deteksi radiasi sederhana dapat membantu mengidentifikasi keberadaan uranium dalam koleksi.

Memahami Sejarah, Menghargai Koleksi

Keberadaan uranium dalam benda antik dan koleksi adalah bagian dari sejarah ilmu pengetahuan dan industri. Memahami alasan penggunaannya di masa lalu, mengenali karakteristik visualnya, dan mempertimbangkan aspek keamanannya adalah kunci dalam mengapresiasi nilai unik dari benda-benda “bercahaya” ini. Bagi para kolektor, pengetahuan yang baik akan membantu mereka menikmati hobi ini dengan aman dan bertanggung jawab.

 

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemulihan Lahan Pasca-Penambangan Uranium: Tantangan dan Prosesnya

    Pemulihan Lahan Pasca-Penambangan Uranium: Tantangan dan Prosesnya

    • calendar_month Kam, 3 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 61
    • 0Komentar

    Aktivitas penambangan uranium, meskipun penting untuk energi nuklir, meninggalkan jejak lingkungan yang signifikan. Oleh karena itu, pemulihan lahan pasca-penambangan atau reklamasi adalah tahap krusial dan wajib dalam siklus hidup sebuah tambang. Tujuannya bukan sekadar mengembalikan bentuk lanskap, tetapi memastikan area tersebut aman, stabil, dan tidak menimbulkan bahaya bagi lingkungan dan generasi mendatang. Tantangan Utama Reklamasi […]

  • Mengukur Jejak Radioaktif: Dampak Lingkungan dari Penambangan Uranium

    Mengukur Jejak Radioaktif: Dampak Lingkungan dari Penambangan Uranium

    • calendar_month Sel, 1 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 64
    • 0Komentar

    Meskipun uranium merupakan sumber energi yang signifikan, proses penambangan uranium membawa konsekuensi serius terhadap lingkungan. Pemahaman mendalam tentang dampak lingkungan penambangan uranium sangat penting untuk memastikan praktik yang bertanggung jawab dan mitigasi risiko yang efektif. Kerusakan Habitat dan Erosi Tanah Salah satu dampak langsung dari penambangan uranium, terutama metode terbuka, adalah kerusakan habitat alami. Pembukaan […]

  • Keamanan Siber di Sektor Pertanian: Melindungi Data dari Ancaman Digital

    Keamanan Siber di Sektor Pertanian: Melindungi Data dari Ancaman Digital

    • calendar_month Sab, 9 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 65
    • 0Komentar

    Sektor pertanian kini semakin terdigitalisasi dengan adopsi teknologi seperti drone, sensor IoT, dan sistem otomatis. Namun, seiring dengan kemajuan ini, muncul pula risiko baru: ancaman siber. Memastikan keamanan siber di sektor pertanian menjadi sangat krusial untuk melindungi data sensitif dan menjaga kelancaran operasional. Mengapa Pertanian Menjadi Target Serangan Siber? Mungkin terdengar aneh, tetapi pertanian modern […]

  • E-Learning: Batas Ruang dan Waktu Terhapus

    E-Learning: Batas Ruang dan Waktu Terhapus

    • calendar_month Sel, 1 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 65
    • 0Komentar

    Dahulu, menuntut ilmu identik dengan kehadiran fisik di kelas pada jadwal yang kaku. Namun, revolusi digital telah melahirkan e-learning, sebuah inovasi yang secara fundamental mengubah cara kita belajar. Kini, pendidikan berkualitas tidak lagi terikat oleh tembok institusi atau jarum jam, membuka pintu kesempatan bagi siapa saja, di mana saja. Daya tarik utama e-learning adalah fleksibilitas […]

  • Jika Setiap Orang Tua Memperlakukan Guru Seperti Mitra Terbaiknya

    Jika Setiap Orang Tua Memperlakukan Guru Seperti Mitra Terbaiknya

    • calendar_month Jum, 1 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 55
    • 0Komentar

    Bayangkan sebuah dunia di mana setiap orang tua memandang guru bukan hanya sebagai pengajar di sekolah, tetapi sebagai mitra terbaik dalam mendidik anak-anak mereka. Pergeseran perspektif sederhana ini dapat membawa dampak revolusioner bagi perkembangan siswa, keharmonisan di sekolah, dan bahkan kualitas pendidikan secara keseluruhan. Lalu, apa saja manfaatnya jika kolaborasi erat ini menjadi norma? Sinergi […]

  • Keju Dali ni Horbo: Keju Tradisional Suku Batak dari Susu Kerbau

    Keju Dali ni Horbo: Keju Tradisional Suku Batak dari Susu Kerbau

    • calendar_month Kam, 4 Sep 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 53
    • 0Komentar

    Di tengah kekayaan kuliner Indonesia, terselip sebuah harta tersembunyi dari tanah Batak: Dali ni Horbo. Makanan ini adalah bukti nyata kearifan lokal dalam mengolah sumber daya alam menjadi hidangan istimewa. Dali ni Horbo bukanlah keju biasa; ia adalah keju tradisional Suku Batak yang terbuat dari susu kerbau, menawarkan pengalaman rasa dan tekstur yang unik, berbeda […]

expand_less