Film Horor Indonesia: Dari Suzanna hingga Joko Anwar
- account_circle Muhamad Fatoni
- calendar_month Jum, 15 Agu 2025
- visibility 20
- comment 0 komentar

Perkembangan film horor Indonesia adalah sebuah perjalanan panjang yang penuh dengan evolusi, dari nuansa mistis klasik hingga sentuhan modern yang memukau. Sejarah horor Indonesia tidak bisa dilepaskan dari sosok legendaris Suzanna, yang dijuluki “Ratu Horor Indonesia”. Film-filmnya pada era 1970-an dan 1980-an, seperti “Beranak Dalam Kubur” dan “Malam Satu Suro”, mendominasi genre ini dengan formula yang khas: hantu-hantu lokal, kisah balas dendam mistis, dan visual yang menyeramkan. Gaya horor Suzanna sangat lekat dengan kearifan lokal dan mitologi yang dipercaya masyarakat, menjadikannya ikon yang tak terlupakan.
Setelah era Suzanna, genre horor Indonesia mengalami pasang surut. Pada awal 2000-an, muncul tren film horor yang lebih mengedepankan sensualitas dan komedi, yang seringkali kurang mendapat apresiasi dari kritikus. Namun, periode ini tetap menjadi bagian penting dari evolusi, menunjukkan upaya untuk mencari identitas baru.
Titik balik signifikan terjadi pada pertengahan 2010-an, seiring dengan munculnya sutradara-sutradara berbakat seperti Joko Anwar. Melalui film-filmnya, seperti “Pengabdi Setan” (2017) dan “Perempuan Tanah Jahanam” (2019), Joko Anwar membawa film horor Indonesia ke level yang lebih tinggi. Ia tidak hanya mengandalkan jump scare, tetapi juga membangun atmosfer yang mencekam, alur cerita yang kuat, dan sinematografi yang indah. Film-filmnya berhasil menggali kembali akar-akar horor klasik Indonesia, seperti peran ibu dan ritual-ritual sesat, namun dikemas dengan narasi yang lebih modern dan sinematis.
Keberhasilan film-film horor modern ini tidak hanya mengembalikan kepercayaan penonton terhadap genre ini, tetapi juga membawa film horor Indonesia ke kancah internasional. Film-film horor saat ini tidak lagi dipandang sebelah mata, melainkan sebagai karya seni yang mampu bersaing di festival-festival film dunia. Perkembangan ini membuktikan bahwa film horor Indonesia memiliki daya tarik yang kuat dan terus berinovasi.
- Penulis: Muhamad Fatoni
Saat ini belum ada komentar