Kamis, 5 Feb 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Budaya » Merariq: Tradisi Kawin Lari Suku Sasak yang Penuh Gengsi dan Keberanian

Merariq: Tradisi Kawin Lari Suku Sasak yang Penuh Gengsi dan Keberanian

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Kam, 3 Jul 2025
  • visibility 68
  • comment 0 komentar

Lombok, permata Nusa Tenggara Barat, menyimpan kekayaan budaya yang memukau, salah satunya adalah tradisi perkawinan unik bernama Merariq. Bagi Suku Sasak, Merariq bukan sekadar kawin lari biasa, melainkan sebuah ritual adat yang sarat akan gengsi dan keberanian. Prosesinya yang khas dan syarat makna menjadikannya daya tarik tersendiri sekaligus cerminan nilai-nilai sosial masyarakat Sasak.

Secara harfiah, Merariq berarti “melarikan diri.” Namun, dalam konteks adat Sasak, tindakan ini dilakukan dengan perencanaan matang dan persetujuan dari pihak mempelai wanita. Biasanya, pihak pria akan memberitahukan niatnya kepada keluarga wanita, meskipun seringkali dilakukan secara diam-diam untuk menghindari proses lamaran formal yang panjang dan rumit.

Keberanian menjadi kunci utama dalam tradisi Merariq. Pihak pria dituntut untuk berani “menculik” calon istrinya, meskipun seringkali hanya bersifat simbolis. Setelah berhasil membawa pergi sang wanita, pihak keluarga pria akan memberitahukan keluarga wanita mengenai keberadaan putri mereka. Selanjutnya, kedua belah pihak keluarga akan bertemu untuk melakukan proses “nyelabar” atau perundingan damai dan penetapan mas kawin.

Gengsi dalam Merariq terletak pada bagaimana proses “penculikan” ini dilakukan. Semakin lancar dan tanpa hambatan, semakin tinggi pula gengsi pihak pria di mata masyarakat. Selain itu, kemampuan pihak pria dalam menyelesaikan proses nyelabar dengan baik juga turut menentukan status sosialnya.

Meskipun terkesan kontroversial, Merariq memiliki akar sejarah yang kuat dalam masyarakat Sasak. Tradisi ini dianggap sebagai cara yang efektif untuk menghindari biaya pernikahan yang tinggi dan rumitnya birokrasi adat. Namun, seiring perkembangan zaman, Merariq juga mengalami penyesuaian. Saat ini, banyak pasangan yang melakukan Merariq sebagai simbol kemandirian dan keberanian dalam memilih pasangan hidup, dengan tetap menghormati nilai-nilai adat yang berlaku. Merariq bukan lagi sekadar kawin lari, tetapi sebuah simbol keberanian, gengsi, dan kekayaan budaya Suku Sasak yang patut dilestarikan.

 

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Surfing di Bali untuk Pemula: Panduan Pantai Terbaik dan Sekolah Selancar

    Surfing di Bali untuk Pemula: Panduan Pantai Terbaik dan Sekolah Selancar

    • calendar_month Ming, 20 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Bali, yang dikenal sebagai surga peselancar dunia, ternyata juga merupakan tempat yang ideal bagi para pemula yang ingin menaklukkan ombak. Dengan ombak yang bersahabat, pantai yang dangkal, dan banyaknya sekolah selancar berkualitas, Bali adalah destinasi yang sempurna untuk memulai petualangan surfing Anda. Salah satu pantai yang paling direkomendasikan untuk pemula adalah Pantai Kuta. Dengan ombaknya […]

  • Harga Emas Antam Hari Ini Rebound, Naik Rp8.000 pada 10 Juli 2025

    Harga Emas Antam Hari Ini Rebound, Naik Rp8.000 pada 10 Juli 2025

    • calendar_month Kam, 10 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 69
    • 0Komentar

    Jakarta, Indonesia – Setelah mengalami penurunan tajam pada hari sebelumnya, harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) berhasil bangkit kembali. Pada perdagangan hari ini, Kamis, 10 Juli 2025, harga logam mulia menunjukkan tren penguatan yang memberikan angin segar bagi para investor. Berdasarkan data terbaru dari situs resmi Logam Mulia pada pukul 08:13 WIB, […]

  • Sastra Siber: Puisi dan Cerpen di Era Digital

    Sastra Siber: Puisi dan Cerpen di Era Digital

    • calendar_month Rab, 13 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 73
    • 0Komentar

    Perkembangan teknologi internet telah membuka babak baru dalam dunia sastra, melahirkan fenomena yang dikenal sebagai sastra siber. Jika dahulu karya sastra hanya bisa dinikmati melalui media cetak, kini puisi dan cerpen dapat dengan mudah ditemukan di berbagai platform digital, mulai dari blog, media sosial, hingga situs-situs khusus. Sastra siber bukan hanya sekadar memindahkan teks ke […]

  • Masa Depan Investasi Properti: Memanfaatkan Peluang di Era Digital dengan PropTech

    Masa Depan Investasi Properti: Memanfaatkan Peluang di Era Digital dengan PropTech

    • calendar_month Sen, 7 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 75
    • 0Komentar

    Investasi properti seringkali identik dengan proses yang panjang, modal besar, dan interaksi tatap muka yang rumit. Namun, di era digital saat ini, lanskap tersebut berubah drastis berkat inovasi teknologi properti, atau yang lebih dikenal sebagai PropTech. Kehadirannya bukan hanya menyederhanakan proses, tetapi juga membuka peluang baru yang lebih menguntungkan. Apa Sebenarnya PropTech Itu? PropTech adalah […]

  • Tips Berinteraksi dengan Jamaah dari Berbagai Negara

    Tips Berinteraksi dengan Jamaah dari Berbagai Negara

    • calendar_month Jum, 12 Sep 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Ibadah umrah adalah kesempatan emas untuk bertemu dengan jutaan Muslim dari seluruh dunia. Berinteraksi dengan jamaah dari berbagai negara akan memperkaya pengalaman spiritual Anda dan membuka wawasan baru. Meskipun ada kendala bahasa dan budaya, dengan beberapa tips, Anda bisa menjalin silaturahmi dengan mudah. 1. Senyum dan Salam: Bahasa Universal Senyum adalah bahasa universal yang dapat […]

  • Inovasi Sosial: Mengatasi Masalah Komunitas dari Akar Rumput

    Inovasi Sosial: Mengatasi Masalah Komunitas dari Akar Rumput

    • calendar_month Sen, 30 Jun 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 74
    • 0Komentar

    Setiap komunitas menghadapi tantangannya sendiri, mulai dari masalah lingkungan seperti pengelolaan sampah, kesenjangan akses pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi lokal. Di tengah kompleksitas ini, inovasi sosial hadir sebagai pendekatan yang segar dan efektif, menawarkan solusi kreatif yang berpusat pada kekuatan masyarakat itu sendiri. Berbeda dari program bantuan konvensional, inovasi sosial tidak hanya memberikan solusi sementara. Fokus […]

expand_less