Minggu, 31 Agu 2025
light_mode
Beranda » Budaya » Merariq: Tradisi Kawin Lari Suku Sasak yang Penuh Gengsi dan Keberanian

Merariq: Tradisi Kawin Lari Suku Sasak yang Penuh Gengsi dan Keberanian

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Kam, 3 Jul 2025
  • visibility 20
  • comment 0 komentar

Lombok, permata Nusa Tenggara Barat, menyimpan kekayaan budaya yang memukau, salah satunya adalah tradisi perkawinan unik bernama Merariq. Bagi Suku Sasak, Merariq bukan sekadar kawin lari biasa, melainkan sebuah ritual adat yang sarat akan gengsi dan keberanian. Prosesinya yang khas dan syarat makna menjadikannya daya tarik tersendiri sekaligus cerminan nilai-nilai sosial masyarakat Sasak.

Secara harfiah, Merariq berarti “melarikan diri.” Namun, dalam konteks adat Sasak, tindakan ini dilakukan dengan perencanaan matang dan persetujuan dari pihak mempelai wanita. Biasanya, pihak pria akan memberitahukan niatnya kepada keluarga wanita, meskipun seringkali dilakukan secara diam-diam untuk menghindari proses lamaran formal yang panjang dan rumit.

Keberanian menjadi kunci utama dalam tradisi Merariq. Pihak pria dituntut untuk berani “menculik” calon istrinya, meskipun seringkali hanya bersifat simbolis. Setelah berhasil membawa pergi sang wanita, pihak keluarga pria akan memberitahukan keluarga wanita mengenai keberadaan putri mereka. Selanjutnya, kedua belah pihak keluarga akan bertemu untuk melakukan proses “nyelabar” atau perundingan damai dan penetapan mas kawin.

Gengsi dalam Merariq terletak pada bagaimana proses “penculikan” ini dilakukan. Semakin lancar dan tanpa hambatan, semakin tinggi pula gengsi pihak pria di mata masyarakat. Selain itu, kemampuan pihak pria dalam menyelesaikan proses nyelabar dengan baik juga turut menentukan status sosialnya.

Meskipun terkesan kontroversial, Merariq memiliki akar sejarah yang kuat dalam masyarakat Sasak. Tradisi ini dianggap sebagai cara yang efektif untuk menghindari biaya pernikahan yang tinggi dan rumitnya birokrasi adat. Namun, seiring perkembangan zaman, Merariq juga mengalami penyesuaian. Saat ini, banyak pasangan yang melakukan Merariq sebagai simbol kemandirian dan keberanian dalam memilih pasangan hidup, dengan tetap menghormati nilai-nilai adat yang berlaku. Merariq bukan lagi sekadar kawin lari, tetapi sebuah simbol keberanian, gengsi, dan kekayaan budaya Suku Sasak yang patut dilestarikan.

 

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Inovasi Otomotif Terkini: Era Mobil Otonom dan Kendaraan Listrik

    Inovasi Otomotif Terkini: Era Mobil Otonom dan Kendaraan Listrik

    • calendar_month Sen, 7 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Industri otomotif saat ini tengah mengalami transformasi revolusioner yang dipicu oleh gelombang inovasi. Dua tren utama yang mendominasi adalah pengembangan mobil otonom (swakemudi) dan kendaraan listrik (EV). Kedua teknologi ini tidak hanya mengubah cara kita berkendara, tetapi juga memiliki potensi besar untuk merevolusi transportasi secara keseluruhan di Indonesia dan di seluruh dunia. Mobil Otonom: Masa […]

  • Investasi Properti: Rumah Impian atau Aset Investasi Menguntungkan?

    Investasi Properti: Rumah Impian atau Aset Investasi Menguntungkan?

    • calendar_month Sen, 7 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 22
    • 0Komentar

    Membeli properti adalah salah satu keputusan finansial terbesar dalam hidup. Namun, seringkali ada dilema: apakah kita membeli sebuah rumah untuk memenuhi impian dan kenyamanan keluarga, atau murni sebagai aset investasi yang bertujuan menghasilkan keuntungan? Memahami perbedaan keduanya adalah langkah awal untuk membuat keputusan yang tepat. Rumah Sebagai Tempat Tinggal (Rumah Impian) Saat membeli rumah impian, […]

  • Hikayat: Menelusuri Jejak Sastra Klasik Melayu

    Hikayat: Menelusuri Jejak Sastra Klasik Melayu

    • calendar_month Ming, 20 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Jauh sebelum novel modern populer, dunia sastra Nusantara telah diwarnai oleh berbagai karya tulis yang kaya imajinasi, salah satunya adalah Hikayat. Sebagai salah satu bentuk prosa dalam Sastra Klasik Melayu, hikayat merupakan jendela untuk menelusuri jejak pemikiran, kepercayaan, dan kehidupan masyarakat masa lampau. Sebagai karya sastra lama, hikayat memiliki beberapa ciri khas yang membedakannya. Salah […]

  • Rupiah Terjepit Inflasi dan The Fed: Akankah Suku Bunga BI Ikut Mendaki di Tengah Tekanan Global?

    Rupiah Terjepit Inflasi dan The Fed: Akankah Suku Bunga BI Ikut Mendaki di Tengah Tekanan Global?

    • calendar_month Rab, 4 Jun 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Tekanan terhadap nilai tukar Rupiah terus menjadi perhatian utama, terutama dengan inflasi yang masih membayangi dan kebijakan suku bunga The Fed. Bank Indonesia (BI) berada dalam posisi sulit, harus menyeimbangkan antara menjaga stabilitas Rupiah dan mendukung pertumbuhan ekonomi domestik. Keputusan The Fed untuk mempertahankan suku bunga acuannya memberikan tekanan pada Rupiah, karena investor cenderung mencari […]

  • Teori Utilitas: Bagaimana Konsumen Membuat Keputusan Pembelian Secara Rasional?

    Teori Utilitas: Bagaimana Konsumen Membuat Keputusan Pembelian Secara Rasional?

    • calendar_month Rab, 2 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 29
    • 0Komentar

    Pernahkah Anda berpikir, apa yang sebenarnya terjadi di benak kita saat memutuskan untuk membeli satu barang dan bukan yang lain? Di dalam ilmu ekonomi, proses pengambilan keputusan ini dijelaskan melalui sebuah kerangka kerja yang disebut Teori Utilitas. Teori ini membantu kita memahami bagaimana konsumen secara rasional berusaha memaksimalkan kepuasannya dengan anggaran yang terbatas. Secara sederhana, […]

  • 3D Printing* Skala Industri: Mendorong Revolusi Manufaktur Kustom di Indonesia

    3D Printing* Skala Industri: Mendorong Revolusi Manufaktur Kustom di Indonesia

    • calendar_month Sab, 12 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Teknologi *3D printing*, atau manufaktur aditif, kini bertransformasi dari sekadar prototipe cepat menjadi solusi manufaktur skala industri yang revolusioner, termasuk di Indonesia. Kemampuannya untuk menghasilkan komponen dan produk dengan desain kompleks secara kustom membuka peluang baru bagi berbagai sektor industri, mendorong efisiensi, dan memangkas biaya produksi. #### **Potensi *3D Printing* dalam Manufaktur Industri** Penerapan *3D […]

expand_less