Lawang Sewu: Kisah Seribu Pintu, Sejarah, dan Misteri yang Tak Lekang oleh Waktu
- account_circle Muhamad Fatoni
- calendar_month Sel, 26 Agu 2025
- visibility 4
- comment 0 komentar

Di jantung kota Semarang, berdiri megah sebuah bangunan tua yang menyimpan ribuan cerita, yaitu Lawang Sewu. Nama “Lawang Sewu” sendiri berasal dari bahasa Jawa yang berarti “Seribu Pintu”. Meskipun jumlah pintunya tidak benar-benar seribu, arsitekturnya yang dipenuhi jendela dan pintu membuat julukan itu melekat kuat dan memberikan aura misterius.
Bangunan ini awalnya didirikan pada tahun 1904 sebagai kantor pusat perusahaan kereta api Belanda, Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS). Desainnya yang bergaya Eropa klasik dengan sentuhan Art Deco menjadikannya salah satu karya arsitektur kolonial terindah di Indonesia. Namun, seiring berjalannya waktu, Lawang Sewu menyaksikan babak kelam sejarah. Pada masa penjajahan Jepang, bangunan ini beralih fungsi menjadi markas tentara Jepang dan bahkan dijadikan penjara serta lokasi eksekusi. Peristiwa-peristiwa tragis di masa lalu inilah yang memunculkan banyak cerita seram dan penampakan mistis.
Hingga kini, cerita-cerita tentang suara tangisan, penampakan hantu, dan aura seram menjadi bagian tak terpisahkan dari pesona Lawang Sewu. Banyak orang datang bukan hanya untuk mengagumi keindahan arsitekturnya, tetapi juga untuk menguji nyali.
Namun, di balik kisah-kisah mistisnya, Lawang Sewu telah direvitalisasi dan kini menjadi destinasi wisata sejarah yang edukatif. Anda bisa menjelajahi lorong-lorong panjang, mengamati arsitektur unik, dan belajar tentang sejarah perkeretaapian di Indonesia. Lawang Sewu adalah perpaduan unik antara keindahan masa lalu, kisah-kisah tragis, dan misteri yang terus hidup, menjadikannya salah satu ikon paling ikonik di Semarang.
- Penulis: Muhamad Fatoni
Saat ini belum ada komentar