Jumat, 29 Agu 2025
light_mode
Beranda » Budaya » Sistem Matrilineal Minangkabau: Saat Garis Keturunan Ibu Menjadi yang Utama

Sistem Matrilineal Minangkabau: Saat Garis Keturunan Ibu Menjadi yang Utama

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Sen, 30 Jun 2025
  • visibility 34
  • comment 0 komentar

Di tengah keragaman budaya Indonesia, suku Minangkabau di Sumatera Barat menonjol dengan sistem sosialnya yang unik: sistem matrilineal. Berbeda dari sistem patrilineal yang umum di banyak tempat, sistem ini menempatkan garis keturunan ibu sebagai poros utama dalam kehidupan masyarakat, warisan, dan adat.

Dalam adat Minang, garis keturunan dan suku diwariskan dari pihak ibu. Seorang anak secara otomatis akan menjadi bagian dari suku ibunya, bukan ayahnya. Hal ini berdampak langsung pada sistem pewarisan, terutama pada harta pusako tinggi—harta warisan kaum seperti rumah gadang dan sawah ladang—yang diwariskan dari generasi ke generasi melalui garis perempuan untuk menjamin kesejahteraan kaum.

Peran Khas Perempuan dan Laki-laki

Sistem matrilineal memberikan perempuan Minang posisi yang sangat terhormat, sering dijuluki sebagai Bundo Kanduang, simbol ibu dan penjaga adat. Merekalah yang menjadi sentral dalam keluarga besar dan menjadi pemilik warisan kaum. Namun, ini bukan berarti laki-laki tidak memiliki peran penting.

Laki-laki Minang memiliki peran ganda. Sebagai sumando (suami), ia adalah tamu terhormat di rumah istrinya. Namun, perannya yang paling vital adalah sebagai mamak (paman dari pihak ibu). Seorang mamak bertanggung jawab penuh atas kesejahteraan dan pendidikan keponakannya (kemenakan), termasuk dalam urusan adat dan pengelolaan harta pusaka.

Sistem matrilineal Minangkabau bukanlah tentang superioritas perempuan atas laki-laki, melainkan sebuah tatanan sosial yang harmonis dengan pembagian peran yang jelas. Sistem ini menjadi bukti kekayaan budaya Indonesia yang menempatkan perempuan pada posisi sentral sebagai penjaga kehormatan, keturunan, dan keberlangsungan adat.

 

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dampak Ekonomi Perubahan Iklim di Negara Agraris dan Kepulauan

    Dampak Ekonomi Perubahan Iklim di Negara Agraris dan Kepulauan

    • calendar_month Jum, 18 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Perubahan iklim bukan lagi sekadar isu lingkungan, melainkan telah menjadi ancaman nyata bagi stabilitas ekonomi global. Bagi negara dengan corak agraris dan kepulauan seperti Indonesia, dampak ekonomi dari perubahan iklim terasa jauh lebih tajam karena ketergantungan yang tinggi pada sumber daya alam darat dan laut. Ancaman ini datang dari dua arah yang saling berkaitan. Pertama, […]

  • Kepatuhan Industri Uranium: Menavigasi Jaringan Regulasi yang Kompleks

    Kepatuhan Industri Uranium: Menavigasi Jaringan Regulasi yang Kompleks

    • calendar_month Rab, 23 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Industri uranium beroperasi di bawah salah satu rezim regulasi paling ketat di dunia. Mengingat sifat material yang strategis dan potensi risikonya terhadap kesehatan, lingkungan, dan keamanan internasional, kepatuhan terhadap peraturan bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan inti dari izin operasi industri ini. Regulasi bagi industri uranium mencakup seluruh siklus hidup material, dari hulu hingga hilir. Proses […]

  • Sejarah Penemuan Uranium: Dari Batuan Kuning hingga Era Atom

    Sejarah Penemuan Uranium: Dari Batuan Kuning hingga Era Atom

    • calendar_month Ming, 29 Jun 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 25
    • 0Komentar

    Uranium kini dikenal sebagai bahan bakar utama pembangkit listrik tenaga nuklir, namun perjalanannya dalam sejarah sains dimulai jauh sebelum era atom. Memahami sejarah penemuan uranium membawa kita kembali ke abad ke-18, saat elemen ini pertama kali diidentifikasi dari batuan yang dianggap tidak berharga. Penemuan uranium secara resmi diatribusikan kepada ahli kimia Jerman, Martin Heinrich Klaproth, […]

  • Smart Home Security: Keamanan Rumah Cerdas yang Terhubung untuk Ketenangan Pikiran

    Smart Home Security: Keamanan Rumah Cerdas yang Terhubung untuk Ketenangan Pikiran

    • calendar_month Sel, 22 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Di tengah kesibukan gaya hidup modern, memastikan keamanan rumah menjadi prioritas utama. Untungnya, perkembangan teknologi telah melahirkan solusi inovatif: Smart Home Security. Sistem ini mengubah pendekatan tradisional terhadap keamanan dengan menawarkan sistem yang terhubung, cerdas, dan dapat dikendalikan sepenuhnya dari genggaman tangan Anda, memberikan ketenangan pikiran di mana pun Anda berada. Komponen Utama Sistem Keamanan […]

  • Smart Appliances: Membawa Kecerdasan dan Efisiensi ke Dalam Rumah Anda

    Smart Appliances: Membawa Kecerdasan dan Efisiensi ke Dalam Rumah Anda

    • calendar_month Rab, 23 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 30
    • 0Komentar

    Di era Internet of Things (IoT), konektivitas tidak lagi hanya milik smartphone atau laptop. Kini, gelombang inovasi telah mencapai jantung rumah kita melalui Smart Appliances atau peralatan rumah tangga pintar. Mulai dari kulkas hingga mesin cuci, perangkat-perangkat ini dirancang untuk terhubung ke internet, menawarkan tingkat kenyamanan, efisiensi, dan kontrol yang belum pernah ada sebelumnya. Apa […]

  • Mendeteksi Penyakit Tanaman Lebih Dini dengan Biosensor

    Mendeteksi Penyakit Tanaman Lebih Dini dengan Biosensor

    • calendar_month Rab, 20 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Petani di seluruh dunia sering menghadapi tantangan besar: mendeteksi penyakit tanaman pada tahap awal. Penyakit yang tidak terdeteksi dini dapat menyebar dengan cepat, menyebabkan kerugian besar pada hasil panen. Namun, dengan kemajuan bioteknologi, kini hadir solusi inovatif: biosensor. Teknologi canggih ini memungkinkan deteksi penyakit tanaman lebih dini, bahkan sebelum gejala fisik terlihat, sehingga petani dapat […]

expand_less